Dari Redaksi…

Sejak awal perjuangan Tianshi Watch Team dari tahun 2008, kami sudah melihat hasil dari perjuangan kami menyadarkan orang-orang dari berbagai praktek penipuan terselubung Tianshi. Cukup banyak pula yang akhirnya bersimpati pada perjuangan kami dan mendukung usaha kami. Perjuangan kami cukup panjang dan melelahkan tetapi juga menarik. Berbagai pengalaman kami dapatkan, berbagai tipe manusiapun kami sudah hadapi. Tidak mudah memang menyadarkan para anggota Tianshi yang sudah teracuni oleh kata-kata upline mereka. Apakah kami menyerah? Haruskah kami lepas tangan melihat mereka jatuh dalam jurang kemiskinan akibat semangat menggebu-gebu untuk sukses di Tianshi?

Kami sadar bahwa kamipun masih mempunyai banyak kekurangan dan kelemahan, tetapi kami selalu berusaha untuk memperbaiki diri. Berbagai saran, masukan dan kritik kami terima dengan terbuka. Kami juga mohon maaf kepada beberapa email yang masuk yang memberikan informasi-informasi yang mungkin cukup penting. Tetapi mohon disadari pula bahwa kami tidak dapat mempublikasikan informasi-informasi tersebut bila tanpa didukung oleh bukti maupun analisa yang kuat. Namun demikian, kami sangat berterima kasih atas sumbangsih rekan-rekan sekalian.

Membangun masyarakat yang kritis bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan begitu banyak anggota masyarakat yang peduli sosial untuk meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat. Kami juga ingin mengkritik peran guru-guru maupun dosen-dosen yang kami anggap masih kurang suportif untuk meningkatkan tingkat logika dan kekritisan masyarakat. Kenyataan yang ada membuktikan bahwa begitu banyak pelajar dan mahasiswa yang masih menggantungkan diri pada informasi searah yang diberikan oleh seniornya, dalam hal ini guru dan dosennya. Mereka menjadi malas berpikir dan kurang gigih untuk mencari tahu kebenaran dan informasi dari pihak lain maupun media lain. Hal ini sangat berbahaya karena akibat negatifnya adalah kepercayaan membabi buta pada satu informasi saja yang searah (top to bottom).

Begitu banyaknya MLM yang tidak bertanggung jawab di dunia diluar pendidikan memanfaatkan situasi ini untuk menjaring anggota. Bukan saja MLM, tetapi dapat dilihat dari maraknya iklan lowongan kerja dengan iming-iming gaji tinggi, bonus tinggi dan berbagai omong kosong lainnya. Entah sudah berapa banyak orang tertipu dan akhirnya semakin menderita secara ekonomi dan mental. Kami sangat sedih melihat kenyataan ini. Sekiranya masyarakat kita lebih kritis dan berpikir lebih logis lagi tentunya tidak akan termakan oleh rayuan perusahaan-perusahaan tersebut.

Kami yakin bahwa suatu saat, masyarakat kita akan bangkit dan dapat memerangi semua tindak tidak terpuji perusahaan-perusahaan tersebut. Saat itulah MLM-MLM busuk akan hengkang dari Indonesia. Sudah cukup lama masyarakat Indonesia dibohongi dan sudah saatnya kita bangkit bersama untuk menuju masyarakat yang kritis dan pintar. Marilah kita bersama membangun kepercayaan diri dan kebanggaan nasional kita bahwa kita bukanlah bangsa yang bodoh dan mudah dibohongi. Kami yakin pula bahwa tujuan kami akan tercapai pada waktunya.

Tianshi Watch Team

Perkembangan Bannerstore yang Semakin Memprihatinkan

masih ingat tentang tianshi yang sesumbar banner store bakal menguasai industri retail dunia??

berikut berita bulan april dimana tianshi tetap sesumbar banner store akan berkembang, walau faktanya banyak yg tutup:

Tiens Plans To Open More BannerStores In 2008

Li Jinyuan, president of Tiens Group, told First Financial Daily that BannerStore, a supermarket brand owned by Tiens Group, will start its global expansion in 2008.

Apart from opening 2,000 franchise chain stores abroad, the group will invest money to open 1000 domestic Chinese stores. In addition, it formally starts cooperation with China Post Logistics Corporation to realize the greater development.

In 2007, Tiens Group formally announced its entry into the retail industry. It invested US$250 million to build up BannerStore Retailing International Investment Group. On February 8, 2007, its first global flagship store opened in its headquarters in Tianjin. Then the company announced plans to open more BannerStores in Beijing, Tianjin, Baoding, Harbin and Zhengzhou. Those stores are mainly franchise ones.

However, some BannerStores have gone out of business recently. In regards with this situation, Li explains that the group is liquidating franchises. It is true that some stores are closed, but it does not mean there is problem in its operating format, he says. In contrast, with one-year operating experience, the group is more confident in its BannerStore. The reason for shutting stores is only because the performance of those stores did not meet the standard of the company, he adds.

sumber

bisa di baca juga analisa kami waktu itu di sini

berikut ini berita terbaru banner store.

Tiens Closes BannerStore In Beijing

According reports from local media, Tiens Group has closed its only supermarket in Beijing — the outlet operated under the brand name of BannerStore.

A representative from the leasing department of Beijing Ocean International Mansion said that BannerStore had only one outlet in Beijing, which lead to inconvenience in distribution and management as well as high logistics costs. In addition, the labor costs of the store were higher than general supermarkets. These factors contributed to the difficulties BannerStore had in making a profit in Beijing.

In fact, apart from the Beijing store, some of BannerStore’s franchise stores started to close earlier this year. BannerStore’s first global flagship store, which was opened in Tianjin in February 2007, was closed earlier this year, and its only store in Harbin also ceased trading around the time when the Beijing store was closed.

This contrasts with Tiens Group’s strong determination to enter the retail industry. In December 2006, the group announced that it would invest USD250 million to establish the BannerStore Retailing International Investment Group to explore relevant businesses in China. In February 2007, the company opened its first global flagship store in Tianjin and announced it would actively develop the Tianjin market while expanding to major cities in North China and Northeast China.

Li Jinyuan, president of Tiens Group, had said that the company planned to open 400 outlets in China within three years and set up 1,000 directly-managed supermarkets by 2009. By 2010, BannerStore would have 4,000 supermarkets around the world by direct management and franchise.

So far, although BannerStore says on its official website that it has more than 500 stores in 105 countries, including the United States, Britain, Germany, Russia, and Indonesia, it has few stores in China. Statistics on the website shows that the company only owns three BannerStore supermarkets and 32 BannerExpress convenience stores in China.

sumber

bisa dibaca disana bannerstore berguguran di china sana, tp tetep aja mr li sesumbar banner store bakal meledak. dan bisa di baca pada paragraf terakhir. di websitemya mereka mengaku mempunyai lebih dari 500 toko di 105 negara termasuk USA, Inggris, Jerman, Rusia dan Indonesia. dan ternyata statistiknya di china cuman ada 3 banner store, lalu sisanya tersebar di 105 negara!!! luar biasa!! luar biasa!! lebih luar biasa lagi kalau upline anda bisa kasih daftar 500 banner store di 105 negara tersebut… ahahhahaa

Ingin memberi tanggapan? datang saja ke :

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=865698

atau bila anda sekalian memiliki berbagai keluhan/pengaduan mengenai tianshi? lgs saja hubungi kami lewat : :

pr@tianshi-watch.com

Jurnal Ilmiah Tentang MLM

@Rekan2 TW
Selamat sore, salam dari Jepang.

Kebetulan lagi agak ‘iseng’, lalu bongkar2 ScienceDirect (kumpulan jurnal international), eh berhasil menemukan beberapa Jurnal International yang membahas tentang MLM. Jadi ingin membagikan pada rekan2 sekalian. Mohon maaf bagi yang berkeberatan.

Oke, Jurnal2nya:
1. Palima and Saloma, C. (2008) Earning Potential in multilevel marketing enterprises. Physica A. 387(19-20), 4889-4895.
2. Grayson, K. (2007) Friendship Versus Business in Marketing Relationship. Journal of Marketing. 71, 121-139.

Mari kita bahas satu per satu. Bagi yang malas membaca karena terlalu panjang, saya gunakan function spoiler. (Mudah2an berhasil)
Pendapat umum, semua yang ditulis di dalam jurnal ini sangat sesuai dengan hasil telaah rekan2 TW sekalian, a very well done job, guys!
Jadi, mungkin yang saya share di sini sudah dimengerti oleh rekan2 sekalian, sekali lagi mohon maaf .

Jurnal pertama

download di sini

Abstract

Government regulators and other concerned citizens warily view multilevel previous termmarketingnext term enterprises (MLM) because of their close operational resemblance to exploitative pyramid schemes. We analyze two types of MLM network architectures — the unilevel and binary, in terms of growth behavior and earning potential among members. We show that network growth decelerates after reaching a size threshold, contrary to claims of unrestricted growth by MLM recruiters. We have also found that the earning potential in binary MLM’s obey the Pareto “80–20” rule, implying an earning opportunity that is strongly biased against the most recent members. On the other hand, unilevel MLM’s do not exhibit the Pareto earning distribution and earning potential is independent of member position in the network. Our analytical results agree well with field data taken from real-world MLM’s in the Philippines. Our analysis is generally valid and can be applied to other MLM architectures.

Keywords: Multilevel previous termmarketingnext term; Compensation plans; Small world network; Pareto distribution

pembahasan jurnal pertama:

Jurnal ini membahas mengenai bagaimana perkembangan MLM dilihat dari sisi growth dan profit mereka.
Biar gak panjang2, saya singkat saja apa hasilnya menurut jurnal mereka:
1. Ada dua macam MLM, Unilevel and Binary (gampangnya, binari itu yang kakinya cuman dua-dua terooos)
2. Ada batas dalam perkembangan MLM, tidak mungkin MLM terus berkembang infinitely, suatu saat pasti ‘kebentur’ batas jumlah populasi.
3. Pendapatan MLM binary sesuai dengan hukum Pareto 20-80, dimana 20% member lama akan menikmati 80% hasil.
4. MLM Unilevel tidak sesuai dengan hukum Pareto.
5. Pendapatan MLM didapat dari: profit penjualan(kepada semua pembeli), profit pairing (hanya dalam binary, sistem sponsor), profit referral (insentif dari merekrut member baru)
6. US memerintahkan jika member MLM harus menjual setidaknya 70% barang yang dia stock (lebih disukai jika dijual ke non member) sebelum membeli barang lagi. Jadi bukan beliiii terooos sampai naik bintaang! Ada dalam US Federal Trade Commision Rule. Mungkin rekan TW bisa browsing untuk lebih jelasnya?

Saya tidak akan bicara mengenai teknisnya, bahasanya sangat matematis dan menggunakan banyak turunan plus eksponensial function.

Hubungan dengan Tianshi

Jika dilihat sepintas, kelihatannya Tianshi ini termasuk MLM unilevel, bukan binary.
Hm? Kalau begitu hukum Pareto tidak berlaku dong! Hidup Tianshi! Go Freedom! dll, dst.
Tunggu dulu…..
Mari kita lihat point2 ini:
1. Dalam pembahasan jurnal ini, menurut saya Tianshi merupakan gabungan dari kedua jenis MLM tersebut, dan mengambil bagian jelek2nya saja.
2. Profit penjualan barang dalam Tianshi menganut sistem yang invert/kebalik. Dalam jurnal, diasumsikan secara general jika makin atas upline, makin kecil bonus yang ia dapat terhadap downline yang hirarkinya makin jauh terhadap dia. Tetapi dalam Tianshi makin atas upline, tidak peduli bagaimana prosentase bonus akan makin membesar!
3. Profit pairing ada dalam Tianshi (promoting bonus), dicampur dengan profit penjualan (pemaksaan beli?), dimana sekali lagi makin atas prosentase bonus akan makin membesar.
4. Profit referral, well, sekali lagi dikombinasikan dalam berbagai bonus milik Tianshi, dengan makin atas prosentase bonus makin membesar.
5. Ada profit ‘bagi hasil dari penjualan mendunia’ jika mencapai tingkat ‘di atas awan’. Hal ini kontradiksi dengan pengakuan jika member Tianshi bukanlah distributor resmi Tianshi. Lalu siapa yang memanage pembagian tersebut jika pihak pabrik lepas tangan? Siapa yang mengetahui laporan keuangan distributor ‘tidak resmi’ seluruh dunia? Ini adalah ‘anomali’ Tianshi terhadap MLM yang dibahas dalam jurnal.

Seharusnya:
1. Makin ke atas maka prosentase bonus akan turun proporsional hingga tingkatan tertentu di bawah upline tersebut sudah ‘tidak mendapat bagian’ dari omset downline. Upline mendapat bonus dengan jumlah ‘sewajarnya’ melalui ‘economy of scale/jumlah downline yg banyak, walau prosentase sedikit tapi dengan jumlah downline banyak bonus sudah ‘banyak secara wajar’.
2. Banyak anggota member Tianshi yang menumpuk stock/membeli barang dengan niat meningkatkan bintang tanpa menjual. Akibatnya pendapatan lebih kecil dari pengeluaran. Seharusnya mereka lebih aktif untuk menjual produk, bukan naikin bintang.

Dampak:
1. Dengan makin tinggi grade member, makin besar prosentase Bonus akan ‘melukai’ cashflow perusahaan mereka, karena ‘bonus’ yang didapatkan menyedot banyak ‘profit’ yang dihasilkan, baik melalui penjualan produk atau membership fee.
2. Untuk mencegah hal ini terjadi, mereka harus ‘giat’ mencari member baru sebagai ‘darah baru’ untuk menjamin agar cashflow mereka tetap berjalan.
3. Diadakan seminar, dvd, dll dengan dikenai biaya untuk ‘menyokong’ cashflow ‘perusahaan mereka’, plus ajang untuk mencari anggota.
4. Jika suatu saat treshold tercapai/anggota baru udah mentok, efeknya akan langsung terasa drastis.
5. Tanda jika mereka mulai ‘kekurangan’ anggota baru bisa dilihat dari tingkat intensitas mereka melakukan ‘conference/seminar’. Silahkan dicek .

Jurnal ke dua

download di sini

Absracts

Although combining friendship and business in the same relationship can be beneficial, it can also create conflict. A source of this conflict is incompatible relational expectations. True friends are expected to be unmotivated by
benefits that can be used beyond the relationship (e.g., money, status), whereas business partners are, by definition, at least partly motivated by these more “instrumental” concerns. Using a role theory framework and data
collected from a survey of 685 direct-selling agents, this article reports evidence that a conflict between friendship and instrumentality can undermine some of the business outcomes that friendship might otherwise foster. It also suggests that this conflict is more severe for friendships that become business relationships than for business relationships that become friendships. Study conclusions do not suggest that friendship is entirely “bad” for business and, instead, propose that friendship’s influence can be both positive and negative.

pembahasan

Jurnal kedua ini membahas mengenai bagaimana orang menyikapi persahabatan mereka jika berhubungan dengan bisnis, terutama MLM. Sudah menjadi hal yang jamak jika member MLM pertama2 akan mencari calon member pada keluarga sendiri plus teman2nya daripada orang yang sama sekali asing. Hasil dari penelitian adalah:
1. Konflik akan terjadi. Teman adalah teman, bisnis adalah bisnis. Jika teman dicampur dalam ranah bisnis, konflik akan terjadi.
2. Konflik lebih parah pada tingkatan dari teman diajak jadi mitra bisnis (MLM) daripada dari mitra bisnis dijadikan teman.
3. Konflik yang terjadi malah akan ‘merusak’ bisnis yang akan dirajut.
4. Tidak semua persahabatan ‘jelek’ untuk bisnis. Tapi sebagian besar persahabatan bisa ‘hancur’ akibat bisnis.

Saya tidak perlu bicara terlalu banyak tentang hal ini. Saya rasa rekan2 TW sendiri sudah banyak mengalami dan banyak testimony yang memberikan bukti konkrit atas jurnal ini.
Cuma, hal ini bisa dijadikan acuan yang menarik.

Phew, demikianlah monolog saya

Setidaknya jika ada yang bertanya:
1. Kata siapa MLM itu suatu saat hancur/tidak berkembang? Ngemeng aja, dasar orang Negatif! Sudah miskin sombong! Plus kebun binatangnya. Mana buktinya, halah itu kan kata anda, dll, dst.
2. Siapa bilang ikut MLM merusak persahabatan? Jangan asal ngomong elo! Tunjukin bukti!

Ternyata, ladies and gentlement, ada bukti valid dan otentik dalam bentuk Jurnal International untuk pertanyaan2 di atas

Once again, mohon maaf akan puuuuaaaaanjaaaangnya monolog saya.

Dewa, minasan, dozou youroshiku onegaiitashimashu

special thanks for momiji_manju atas “monolog”nya.

pertanyaan dari kami kenapa ada perbedaan antara kajian ilmiah di siencedirect dengan orang-orang yg ngaku “ahli” MLM di APLI padahal belum pernah membuat jurnal ilmiah?

—update—

untuk kemudahan kedua jurnal tersebut dapat di download di sini

Ingin memberi tanggapan? datang saja ke :

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=865698

atau bila anda sekalian memiliki berbagai keluhan/pengaduan mengenai tianshi? lgs saja hubungi kami lewat : :

pr@tianshi-watch.com

Tiens dihapus dari wikipedia

berikut screenshot dari website wikipedia pada page mengenai tiens bisa dibaca di sini atau bisa juga dengan mengklik screenshot yang kami ambil dari situs wikipedia. disana di jelaskan bahwa pada tanggal 16 september page mengenai tiens di hapus dari wikipedia karena “blatant advertising”. blatant advertising adalah promosi secara terbuka. wikipedia harus menghapus karena “iklan” di wikipedia mengandung informasi yang menyesatkan.


dan berikut “sisa-sisa” dari tianshi di wikipedia. bisa di baca di sini. berikut cuplikan dari isinya:

Tiens Biotech Group USA Inc., (AMEX: TBV), operates primarily through its China-based subsidiary Tiens Biological Development CO. Ltd. Tiens Biological has developed and produced seven major product series, of which six comprise nutrition supplement products, and the seventh comprises personal care products. It develops its products at its own product research and development center and conducts the marketing and sales of its products through its affiliated company, which owns 23 branches, representative offices and chain stores. The company’s stock is traded on the American Stock Exchange.

nah lho… menurut wikipedia tiens cuman punya 23 cabang. wah wikipedia perlu di tutup dan dianggap sebagai situs “negatif” buat para fanatik tianshi hehehehe…

Ingin memberi tanggapan? datang saja ke :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=865698

atau bila anda sekalian memiliki berbagai keluhan/pengaduan mengenai tianshi? lgs saja hubungi kami lewat : :
pr@tianshi-watch.com

Tanggapan terhadap blog yang mempertanyakan mengenai pengejaan nama John Heinerman.

Tanggapan terhadap blog yang mempertanyakan mengenai pengejaan nama John Heinerman.

Spelling John Heinerman Dan John Hellerman?

sumber asli

Secara tidak sengaja, saya menemukan suatu website yang membahas tentang “menguak fakta di balik kebohongan tianshi” yang ditulis oleh orang yang tidak dikenal dan tidak mencantumkan profilnya, atau alamat contact person yang jelas untuk bertanya. Entahlah atas dasar apa dan tujuan apa si penulis menulis blog ini tanpa penjelasan siapa dia dan mengapa dia menulis. Saya menemukan situs ini ketika browsing di internet mencari Tianshi, setelah saya menonton suatu acara di televisi yang membahas tentang tianshi.

Terima kasih atas perhatiannya kepada situs kami. Kami sangat memahami bila anda mengatakan kami orang yang tidak dikenal karena kamipun tidak mengenal anda. Itulah dunia maya (internet) dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Kami mempunyai alasan tersendiri mengapa kami tidak mencantumkan profil dari masing-masing anggota kami. Anda sudah membaca bagian FAQ dari situs kami tetapi masih bertanya. Kami mengharapkan bila anda menulis suatu pembukaan untuk menganalisa suatu tulisan untuk lebih membaca secara keseluruhan daripada mengambil bagian perbagian. Hal tersebut dapat membuat anda mengambil keputusan maupun asumsi yang salah. Di bagian FAQ tersebut kami sudah menjelaskan maksud dan dasar adanya situs kami tersebut. Kami menyadari pula bahwa pasti aka nada pro dan kontra dari tulisan kami dan kami akan membela pendapat kami sampai ada yang mampu menunjukkan bahwa tulisan kami itu ada yang salah dan menyesatkan. Hingga detik ini belum ada yang bisa menyanggah tulisan kami. Kami juga mencantumkan alamat email kami untuk digunakan kepada setiap orang yang ingin menyanggah atau menyampaikan pendapat dan keluhan. Sejauh ini kami menganggap hal itu sudah cukup dengan bukti anda bisa meng-email kami dan mendapat respons dalam waktu yang cukup singkat. Apakah yang anda maksud alamat contact person? Alamat rumahkah? Sangat naïf dan picik sekali pikiran anda bila anda menganggap hal itu HARUS ada baru seseorang bisa dan boleh berpendapat. Kami sendiripun tidak mempermasalahkan blog anda walaupun tidak ada data sama sekali juga. Kami lebih mementingkan isi diskusi daripada siapa yang berbicara dalam hal ini. Bila memang perlu kami bisa email kepada anda nama salah seorang anggota kami. Silahkan tulis maksud dan tujuan secara khusus bahan diskusi apa yang ingin anda angkat supaya kami dapat menugaskan salah seorang anggota kami yang berkompeten di bidang tersebut. Berikut akan kita bahas pendapat anda mengenai salah satu bagian tulisan kami yaitu mengenai John Heinerman.

Kemudian saya masuk ke situs yang berbentuk blog ini dan membaca artikel mengenai nama John Hellerman yang kemudian ternyata yang benar adalah John Heinerman dalam suatu video yang ditampilkan tianshi pada suatu acara. Setelah saya melihat video-nya di youtube, saya kemudian menyadari bahwa spelling John Hellerman dan John Heinerman ketika memperkenalkan diri ternyata hampir sama dan sulit dibedakan. Kemudian saya meneruskan membaca artikel tersebut dan menemukan kutipan di bawah ini

Setelah ketahuan bahwa nama John Hellerman itu palsu, mereka (tianshinaga dan bbrp org tianshi) membangga2kan mengenai John Heinerman sbg “nama asli” dr John Hellerman.

hmm,, kalimat yang cukup sinis sekali untuk seseorang yang membahas dan menganalisis tentang suatu perusahaan tanpa motif atau non-profit. Padahal itu bukan masalah besar, bahkan nama presiden kita pun sering ditulis bukan Susilo Bambang Y. di luar negeri, tetapi Yudhoyhono B. Soesiloh dengan spelling yang berbeda. Seperti yang bisa anda temukan di kedutaan besar di luar negeri jika anda pernah kesana.

Permasalahan mengenai nama John Heinerman dimulai sejak lama. Hal ini bukan permasalahan kecil karena menyangkut identitas seorang individu, seorang intelek dari kalangan akademis. Perlu diingat bahwa nama seseorang berhubungan langsung dengan kredibilitasnya apalagi di dunia bisnis. Dengan mengangkat contoh penulisan nama yang anda berikan tidak dapat dijadikan pembenaran atas suatu kesalahan seberapapun kecilnya. Pihak sekretariat Negara berhak dan bisa melakukan protes terhadap kesalahan tersebut. Kesalahan adalah kesalahan dan tidak dapat menjadikan itu suatu norma. Sama seperti anda mengatakan ada yang salah mencantumkan gelar akademis seseorang secara salah sehingga anda juga boleh salah? Contoh yang mudah adalah Drs. Sarjowo dengan Dr. Sarjowo. Lihat perbedaannya?

Dengan kalimat seperti ini dan banyak lagi yang saya temukan, sangat bertentangan dengan yang saya baca di halaman FAQs

Maksud dan tujuan dari website ini sangat jelas yaitu memberikan segala informasi yang benar kepada masyarakat Indonesia mengenai Tianshi berdasarkan fakta dan analisa ilmiah.

Benar, fakta memang benar, tetapi mengapa dipermasalahkan hal sekecil ini? mengapa tidak diinformasikan saja?

Kami melihat hal ini bukan suatu kasus yang kecil karena ini terjadi secara sistematis dan menyeluruh. Tunjukkan kepada kami perusahaan lain yang salah menuliskan seorang pendukungnya atau sponsornya dan menganggap itu suatu hal kecil. Kami melihat ini mengandung suatu unsur kesengajaan dan bukan ketidaksengajaan. Ini mengingat lamanya dan betapa luasnya hal ini terjadi. Bukan di tingkat pusat saja tetapi sampai ke tingkat distributor. Apakah ini sengaja dibuat agar orang yang ingin tahu lebih dalam mengenai si Professor sengaja disesatkan dan kesulitan mendapat informasinya? Kami anggap itu YA. Lihat pula kesengajaan dari Tianshi dengan gelar Honoris Causa untuk presidennya sendiri yaitu Li Jin Yuan (http://www.tianshi-watch.com/2008/04/benarkah-li-jin-yuan-mendapat-kan.html).

Masalah yang janggal dan saya temukan di website ini ternyata tidak berhenti disini saja, saya teruskan membaca dan banyak sekali saya temukan kejanggalan lainnya, seperti kutipan ini

di sini dia TIDAK menyatakan diri sebagai ahli gizi TAPI medical anthropologist.definisi medical antropologist bisa dilihat di wikipedia

dan dari definisi wikipedia, ternyata medical anthropologist lebih condong kearah ilmu sosial dan kebudayaan daripada ilmu kedokteran.

Dari sini medical anthropologist (bahasa indonesianya ahli anthropologi obat) adalah cabang dari ilmu gizi, matakuliahnya ada di ilmu gizi, bisa anda cek dengan memasukkan kata kunci di internet, atau melihat halaman ini, kurikulum ilmu gizi di undip. Professor John Heinerman memang tidak menyebutkan ahli ilmu gizi, tetapi dia adalah ahli di bidang medical anthropology yang merupakan bidang ilmu gizi. Hmm, lalu dimana perbedaannya?

Perlu anda tahu bahwa ahli gizi dan ahli bidang medical anthropology adalah dua bidang yang berbeda, sama seperti dokter gigi dan dokter umum adalah dua bidang kedokteran yang berbeda. Mencampuradukkan keahlian disuatu bidang ke bidang yang lain adalah suatu hal yang berbahaya dan menyesatkan. Contoh yang mudah yang mungkin dapat anda mengerti adalah bidang teknik sipil yang merupakan dari suatu ilmu umum bidang teknik. Di sisi lain ada teknik kimia, teknik fisika, teknik mesin, dst. Apakah seorang ahli teknik sipil dapat mengklaim dirinya ahli teknik fisika atau ahli teknik mesin? Tentu tidak bukan? Kami tidak mempunyai permasalahan dengan Prof. Heinerman sendiri tetapi lebih kepada pihak Tianshi yang sengaja memberikan nama yang salah sebagai bagian dari upaya penyesatan informasi. Kelucuan yang paling besar adalah dengan serempak setelah kami menunjukkan kesalahan nama tersebut, tianshinaga dan berbagai situs lainnya memberikan jawaban dan sanggahan yang menggelikan dengan mengatakan itu nama palsu. Siapakah yang ingin menggunakan nama palsu bila memang menjadi pendukung besar satu perusahaan?

Kejanggalan kedua di statement ini adalah memang benar medical anthropologist lebih berhubungan dengan ilmu sosial dan kebudayaan daripada ilmu kedokteran, tetapi apa hubungannya ilmu kedokteran dan ahli gizi yang disebutkan dan dipermasalahkan? Tidak ada seorangpun yang menyebutkan bahwa John Heinerman adalah ahli ilmu kedokteran, bukan?

Statement kedua bahwa medical anthropologist lebih berhubungan dengan ilmu sosial dan kebudayaan daripada ilmu kedokteran tetap berlaku disini. Permasalahan timbul bila ketidaktahuan masyarakat mengenai cabang ilmu medical anthropologist dipermainkan dan disalahgunakan. Contoh yang gamblang adalah kasus ini sendiri. Tanyakan kepada 10 orang awam apakah mereka tahu siapa dan apa itu medical anthropologist. Kami pun sangat yakin bahwa anak-anak pelajar yang menjadi distributor Tianshi sebagian besar tidak tahu siapa dan apa keahlian John Heinerman. Mereka akan secara mentah-mentah berasumsi dia adalah seorang ahli ilmu gizi maupun kedokteran. Silahkan survey. Penyesatan seperti ini yang kami tolak secara tegas. Tidak ada seorangpun yang menyebutkan bahwa John Heinerman adalah ahli ilmu kedokteran, bukan? Karena memang banyak yang tidak tahu perbedaannya dan tidak dijelaskan secara tegas oleh pihak Tianshi sendiri. Apakah anda sudah tahu sebelumnya apa itu medical anthropologist sebelum kami mengangkat masalah ini?
Lalu anda bisa menilai apakah pernyataan seperti kutipan yang disebutkan situs ini benar atau tidak?

dari sini kita bs mengetahui “rekomendasi” John Heinerman terhadap produk tianshi sebatas apa? hahaha dan jangan lupa diganti ya info di webnya dan seminar2nya bahwa John Heinerman BUKANLAH ahli gizi.

Hmm, anda tentu bisa menjawabnya sendiri

Ya, tentunya harus dijelaskan oleh pihak Tianshi bahwa ia bukan ahli gizi tetapi ahli bidang medical anthropologist supaya tidak terjadi salah kaprah yang berakibat penyesatan informasi yang diturunkan terus menerus dari satu distributor ke distributor lain dan akhirnya ke masyarakat.

Tentang buku yang ditulis oleh John Heinerman, yaitu buku mengenai Juice dan lain sebagainya, bisa anda lihat disini, Amazon’s List of John Heinerman’s book, pada kesaksiannya tentang tianshi, produk suplemen tentang suplemen makanan berbahan dasar herbal dan buku-buku yang ditulisnya apakah ada masalah yang anda temukan?

Hampir semua buku-buku yang ditulis membahas tentang bahan-bahan alami untuk penyembuhan, dan juga ada tentang ramuan anti-aging atau penuaan.

Ingat bahwa kapasitasnya adalah ahli medical anthropologist dan bukan ahli gizi dan keberatan terbesar kami bukan kepada buku-bukunya maupun pandangannya pada agama (seperti tertulis dibawah) tetapi lebih kepada upaya Tianshi untuk menyamarkan segala hal yang benar dan tepat dari para distributornya.

Hal ini sangat bertentangan dengan statement di bawah ini

dia membuat buku populer encyclopedia juicedan ahli jeruk nipis, dia meneliti cara pilih jeruk nipis yang baik
ini buku juice nyadia ini ahli bikin juice

buku #1

buku #2

list buku John H lainnya

yang gilanya buku heinerman yang ini, dia itu orang MORMON dan bikin buku tentang Alien

book by John Heinerman, Ph.D., called “People In Space,” published by Cassandra Press, PO Box 868, San Rafael, CA 94915, in 1990, ISBN 0-9459946-08-02, 138 pp.

disini John cerita tentang penghuni mars, merkurius dan planet2 lainnya.

ahli juice, ahli jeruk nipis dan ahli Alien

Juice dan jeruk nipis adalah bagian dari alam, kan? gizi dan apa yang kita makan semua tentunya dari bahan-bahan alami, lalu apa ada yang salah dengan menulis juice yang berhubungan dengan gizi?

Tidak ada yang berkata bahwa hal tersebut salah.

Mengenai buku yang berjudul “People In Space” tersebut adalah buku rohani kristen yang ditulis bukan sebagai bidang ilmu pengetahuan tetapi kerohanian, buku tersebut bersifat fiksi dan dicetak terbatas untuk kalangan keluarga saja. Apa yang salah dengan dia menulis buku kerohanian untuk keluarganya dengan ilmu gizi dan pernyataan yang dikeluarkannya tentang tianshi? Anda pasti bisa menjawabnya sendiri.

Apakah kami mengatakan hal itu salah?

Lalu, bagaimana dengan pernyataan lain yang saya dapatkan dari situs ini?

Orang ini berani ngaku ahli gizi, berani kasih rekomendasi Gizi (yang telah diakui adalah bukan hak dan kompetensinya… bnr2 gila…)eh juga jago dan anggota Mormon

ahli mahluk2 luar angkasa yang tinggal di planet2 di seluruh alam semestaGenghis khan dan sejarah Tiongkok 5000 tahun, jangan-jangan bisa beliau hubungkan dengan makhluk2 di planet2 luar angkasa ya?

Tienshi juga berasal dari luar bumi mungkin?

gila hebat banget ya!!

Tianshi gitu loh! hehehe…

Dan dgn semua data mengenai John Heinerman, apa mungkin tianshi sengaja mengganti namanya menjadi “Hellerman” agar tidak ketahuan bahwa dia sebenarnya ahli juice, ahli jeruk nipis dan ahli Alien ya??

Apapun jawabannya, tetap saja fakta mengenai John Heinerman sudah didapat.
Jd pada akhirnya kami tegaskan, John Heinerman sama sekali BUKAN ahli gizi TP dia adalah

AHLI JUICE, AHLI JERUK NIPIS, dan AHLI ALIEN.

so? jgn nipu org banyak dgn blg dia ahli gizi dan stop pemasangan videonya d seminar2 ok?

Jika kalian para pro tianshi ingin memujanya, blg sejujurnya bahwa dia bintang MLM lain, ahli jeruk nipis, ahli alien atau ahli mormon jg bisa, hahaha.

Dari pengambilan kata dan analisis yang dilakukan oleh kutipan di atas, apakah bisa dikatakan bahwa penulis bersifat netral dan menganalisis secara ilmiah berdasarkan fakta-fakta yang ada? Apakah bisa dikatakan tulisan ini merupakan analisa ilmiah berdasarkan fakta dan layak untuk dibaca?

Kami tidak pernah mengatakan kami netral karena kami adalah pionir penentang Tianshi. Tugas kami membeberkan segala upaya penyesatan informasi dan penyesatan akhlak dan penipuan pada masyarakat oleh Tianshi. Sejauh ini analisa kami tetap benar sesuai dengan jawaban kami diatas. Begitu banyaknya distributor Tianshi yang mengagungkan Prof. Heinerman secara salah kaprah. Adalah bagian dari tugas dan tujuan kami untuk memberitahukan kepada para Distributor dan simpatisan Tianshi kenyataan sebenarnya. Kredibilitas Prof. Heinerman dapat anda lihat sendiri dari uraian kami. Ingat bahwa krediblitas seorang akademisi dan yang dianggap intelek adalah sangat penting. Anda tentu tidak akan memilih seorang pendukung anda dari seseorang yang mempunyai rekor jelek di hidupnya bukan? Sama seperti kasus di pengadilan yang dapat menganulir suatu kesaksian dari seseorang yang diragukan kredibilitasnya.

Tentunya anda bisa menilainya sendiri, bukan?

Ya, kita semua dapat menilai sendiri bagaimana Tianshi beroperasi.Terima kasih.

Ingin memberi tanggapan? datang saja ke :

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=865698

atau bila anda sekalian memiliki berbagai keluhan/pengaduan mengenai tianshi? lgs saja hubungi kami lewat : :

pr@tianshi-watch.com

Sekilas observasi dari www.tiens.co.jp

Kali ini kita membahas tianshi di negara maju, kali ini kita akan membahas MLM tianshi yang ada di Jepang. websitenya bisa di cek di sini.

berikut terjermahannya ke dalam bahasa indonesia:

1. Gambaran umum
Website dibuat dengan profesional, tampilan, tulisan, serta layout menggambarkan karya asli dari Jepang, kelihatan juga penulisan kanji dan katakana serta hiragana tidak ada masalah.
(Yang Indonesia bagaimana? Hehehe)

2. Top page (http://www.tiens.co.jp/company/01.html)
Menceritakan tentang ‘sejarah’ dan deskripsi dari TIENS itu sendiri, dimana disini yang dimaksud adalah Tianjin Tianshi Bio-development Co., Ltd.
Setelah saya mengamati selintas, tampak ada banyak ‘perbedaan’ dengan apa yang didengung2kan khalayak ‘tianshier’ Indonesia seperti:
a. Tidak ada penjelasan jika company sudah masuk Fortune500, yang ada ‘dikatakan’ kalau Tianjin… itu termasuk 500 perush dunia (yg namanya ‘dikatakan’, ya jelas tidak didukung dengan bukti sah)
b. Lebih ‘jujur’ dengan menyatakan punya 109 cabang di dunia. (Apa betul? mungkin bisa dicek, hehehe)
c. Untuk hal2 yang lain, seperti semua firm yg ada di dunia, penuh berisi ‘bunga2’ mission statement, vision, achievement (yang sayangnya tidak diberi bukti yang valid), but anyway, namanya juga bunga, terserah yg punya web mau diisi apa.

3. Japan company profile: http://www.tiens.co.jp/company/01_3.html
a. Maaf, nihonggo saya tidak bagus2 amat, cuma nama keluarga dari presdirnya adalah Komura-san.
b. Alamat: Tokyo, Shinjuku, ParkWest Building, 13floor (loh, kok milih floor yang gak hoki ya?)
c. Founded: January 2007 (baru aja)
d. Karir: Setelah keluar dari Kodak, kelihatan keluar-masuk MLM2 yang ada di Jepang juga.
(Maaf, karena keterbatasan waktu, tidak semua akan saya bahas, mungkin lain kali)

4. CSR: http://www.tiens.co.jp/company/05.html
Omosiroi! (menarik), Tiens Japan punya CSR.
Sebelum yg t***s Indonesia teriak2 bangga, saya tekankan bahwa saat ini sudah ‘wajib hukumnya’ di Jepang untuk memiliki CSR, semacam trend-lah, walaupun belum ada bukti valid mengenai hasil dari CSR yang diberikan.

5. Tiens China company profile: http://www.tiens.co.jp/company/03.html
Ada mr Li ya? Maaf saya tidak kenal.
Foto yang ditampilkan ‘masuk akal’ dibandingkan dengan klaim yang dapat doktor-lah, salaman di WTO-lah, dsb, dst.

6. Product: http://www.tiens.co.jp/products/01.html
Dibagi dua: Supplement dan kecantikan.
Yang menarik: Produknya beda bgt dengan yang di Indonesia!
Manatuh apa? cordiwhatever, calsiwhatever? Logically speaking, Japanese will, and shall buy ‘your kind’ of product should that products really help in term of intellectual and, more importantly, health and longevity.
So? Why don’t they just sell it here?
FYI: Tidak mudah utk lolos produk di Jepang, sekali aja ada masalah dengan customer, good bye tuh produk!

7. Recruitment as distributors: http://www.tiens.co.jp/opportunity/01.html
Jika dibaca secara umum, beda sekali dgn yg di Indo:
a. Tidak ada jaminan Financial Freedom
b. Focus for selling product, not building/manipulating network
c. Strict requirement for being a distributor (http://www.tiens.co.jp/faq/02.html), dengan syarat seperti: di atas 20TAHUN, TIDAK BOLEH MASIH MAHASISWA, TIDAK BOLEH PEGAWAI PEMERINTAH, dll, dst.
d. Distributor DIAKUI sebagai bagian dari TIENS Jepang (hmm, teringat contract agreement dari yg Indonesia)
d. Disebutkan kalau selain mendapatkan laba dari penjualan, akan mendapat macam2 benefit dari komisi dll. Tapi tidak ada pernyataan akan dapat: BMW, Yacht, Villa, dll. Kelihatan murni seperti bisnis2 yang lain.

Kesimpulan secara umum:
1. Dikelola cukup profesional (apparently from the website, but without further evidence)
2. Relatively young (Jan 2007?)
3. Besar kemungkinan yang akan menjadi distributor adalah ibu2 rumah tangga dilihat dari:
a. Produknya yang semua untuk wanita (kecuali ada maho yang pake)
b. Jarang/hampir tidak ada laki2 yang sudah bekerja, baik itu salaryman maupun part-timer, ataupun wanita karier yang punya cukup waktu untuk menjalankan bisnis ini. Berangkat pagi pulang malam, bayaran minimal fresh graduate sudah di atas 200000 yen. Join this kind of business? What for?
4. Belum punya kantor cabang di daerah/prefecture lain. Sudah setahun lebih loh, still no progress?
5. No financial report.

Sementara segini dulu, maaf agak panjang.
Buat MLMers sekalian, Jepang bukan tempat yang bagus bagi bisnis anda.
Orang Jepang logis, kebanyakan punya penghasilan tetap, berpendidikan tinggi, mata uangnya kuat/ekonominya kuat, dan yang terpenting: mereka sangat ‘cerewet’ sebagai konsumen.
Sekali ketahuan produknya ‘jelek’, tutup dah itu firm.

special thanks untuk momiji_manju untuk terjermahannya dan analisanya.

dari sini keliatan bedanya MLM di negara maju dimana distributor DIAKUI sebagai bagian dari perusahaan, sangat aneh jika di indonesia para militan-militan MLM justru tidak diakui sebagai bagian dari perusahaan. tanya kenapaa???

Ingin memberi tanggapan, sharing pengalaman maupun berdiskusi? Silahkan kunjungi :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=865698

Pencatutan nama Presiden Indonesia oleh tianshi

Pada tanggal 24 agustus 2008 tianshi unicore mengadakan seminar brainwash akbar di gelora bung karno. yang di gembar gembor kan ‘katanya’ presiden SBY beserta menteri-menterinya bakal datang.

berikut cuplikannya:

Grand launching produk ini akan diresmikan oleh Presiden, Menteri-menteri dll pada tanggal 24 Agustus 2008. Menurut data pemakaian pupuk di Indonesia setahunnya bisa mencapai 400 TRILIYUN, jika Tianshi bisa menguasai 1% nya saja sudah 400 Milyar ! WOW.. Cipratannya pasti akan tetap besar dan pasti akan menguasai lebih dari 1%, karena pak SBY sudah merekomendasikan produk pupuk ini di JUKLAK Program Ketahanan Pangan Indonesia.

sumber

Pemesanan Tiket Awakening Seminar 24 Agustus 2008

15 Mei 2008

Pemesanan Mei-Juni 2008 Rp. 60.000, Juni-Juli Rp. 80.000, Juli-Agustus Rp. 100.000,- Dihadiri Presiden SBY, Para Mentri, Bp. Aburizal Bakri Pemilik Tianshi Mr. Li Jin Yuan, PAUL ZANE PILZER penasehat Presiden Amerika dan pengarang buku, dimeriahkan Band GIGI serta MC terkenal Helmy Yahya, Indi Barend dan lainnya dan akan tercatat di MURI sebagai Jumlah peserta acara terbesar. Hadiri dan segera pesan tiket anda dari sekarang hub Hanum 021-80885772, 021-99991921

sumber

berbagai berita lainnya

sumber lainnya bisa di lihat di sini, di sana, di situ dan di sini lagi

banyak banget dahh di mana-mana ada

pada kenyataannya presiden SBY TIDAK DATANG dan mentri2 yg katanya dalam jumah banyak juga TIDAK datang!!

berikut jadwal presiden SBY :

dari web official Pak Presiden SBY
http://www.presidensby.info/ (Tidak mungkin web resmi ini rekayasa)

Berikut ini kegiatan Pak Presiden SBY pada tanggal 24 Agustus 2008 diambil dari http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/08/24/:

Minggu, 24 Agustus 2008, 10:29:23 WIB
SBY Mencoblos dalam Pilkada Kabupaten Bogor

Minggu, 24 Agustus 2008, 15:10:33 WIB
Presiden SBY didampingi Ibu Negara, hari Minggu (24/8) siang, menghadiri Lomba Lukis dan Cipta Puisi Anak-Anak Tingkat Nasional 2008, di Istana Kepresidenan Cipanas, Cianjur, Jabar.


Lantas, kapan Pak Presiden SBY mengikuti Acara Awakening Seminar tersebut??? jangan percaya pula pada omongan orang tianshi kalau presiden sibuk dan tidak jadi datang.
masa acara unicore tgl 24 Agustus yg katanya “luar biasa dahsyatnya” KALAH sama lomba lukis anak-anak2???
Ternyata lomba lukis dan puisi anak-anak jauh lebih penting dan diutamakan dibandingkan
Seminar Besar Unicore yg temanya “Membangkitkan Indonesia dengan Ekonomi Kerakyatan (Memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional)”
Jadi, kemanakah dahsyatnya??? hahahaha…

kemudian di website http://www.depkop.go.id/ TIDAK di temukan berita sama sekali mengenai awakening seminar? padahal katanya mentri koperasi datang?
tanya kenapa?

Inilah fakta dan kenyataannya, tidak bisa dibantahkan. JANGAN percaya janji2 busuk Tianshi.. Sudah terbukti sudah terlalu banyak kebohongan dari Tianshi.
JGN percaya juga kalau mereka bilang itu “oknum” krn oknumnya BANYAK banget dan barengan pula nulis berita bohong itu agar masyarakat mau membeli tiket dan datang ke awakening seminar tsb.
SHAME ON YOU!!!

kemudian kami juga melakukan pelurusan informasi dari website tianshinaga yakni:

Tianshi telah menerima sertifikat Halal untuk sistem produksi dari MUI (Tianshi merupakan perusahaan luar negeri pertama yang menerima sertifikat ini dari MUI). Sertifikat ini diserahkan oleh Dr.Muhammad Nadratuzzaman Hosen (Direktur MUI) ke Mr Li Jin Yuan di Awakening Seminar 24 Agst 08. Sertifikat download di SINI

http://www.geocities.com/Tianshinaga/

Sedikit ralat aja, Dr.Muhammad Nadratuzzaman Hosen adalah director LPPOM (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Makanan) MUI, bukan Direktur / ketua umum MUI secara keseluruhan. Ketua MUI sekarang adalah KH. MA. SAHAL MAHFUDH
sumber http://www.mui.or.id/mui_in/about.php?id=16

bener2 deh, ga kapok2 ngibuuuuullllllllllll terus buat kekayaan sendiri! di mana pengembangan diri dan kata JUJUR yg dibanggakan perusahaan tianshi tsb???
ck ck ck..

Ingin memberi tanggapan? datang saja ke :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=865698

atau bila anda sekalian memiliki berbagai keluhan/pengaduan mengenai tianshi? lgs saja hubungi kami lewat : :
pr@tianshi-watch.com

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.