Praktek tidak etis MLM TIANSHI

MLM Merekrut Anak di Bawah Umur

Sebagai orang lama (lima tahun, masih aktif) yang menjadi anggota sebuah multilevel marketing atau MLM dan telah mendapat berbagai pelatihan dan prestasi, saya merasa salut kepada sebagian anak muda yang mau menggeluti bisnis MLM. Salah satu sisi positif di bisnis MLM adalah menciptakan SDM yang berjiwa entrepreneur dari motivasi Robert T Kiyosaki tentang Quadran ESBI, dan pengembangan diri melalui ESQ yang diajarkan oleh hampir kebanyakan MLM dapat membentuk karakter yang andal, mandiri, dan bertanggung jawab.

Namun, sayang di sisi lain ada sebuah MLM (TI dengan program Unicore-nya) merekrut anak-anak di bawah umur (12 sampai 16 tahun) untuk menjadi anggota. Padahal, batasan usia tersebut masih dikategorikan anak usia sekolah yang notabene belum dapat melakukan upaya hukum dan masih menjadi tanggungan dan pengawasan orangtua. Di samping itu sebentar lagi mereka mengikuti ujian tahap akhir sekolah masing-masing, yaitu semester dan UAN yang beban materinya bertambah menjadi empat mata pelajaran.

Sementara mereka harus mengadakan pertemuan antara pukul 17.00-20.00 di rumah secara bergiliran, belum termasuk waktu senda gurau. Untuk itu saya mengimbau kepada bapak/ibu orangtua agar memantau kegiatan putra/putrinya di rumah, terutama yang masih sekolah (usia 12-16 tahun).

Kepada pihak atau badan yang berkompeten mengawasi bisnis MLM, apakah dibenarkan merekrut anggota yang masih di bawah umur? Apakah tidak menyalahi peraturan ketenagakerjaan? USMAN Lenteng Agung RT 005 RW 004, Jagakarsa, Jakarta

sumber


%d blogger menyukai ini: