Similarity dalam Praktek Indoktrinasi Jehova’s Witness dan Tianshi

Source:http://members.aol.com/beyondjw/indoct.htm
note: 1. Sebelumnya saya mau mengingatkan kalau saya SAMA SEKALI TIDAK bermaksud berbicara tentang SARA.
2. Jelas sekali ada perbedaan antara Tianshi sebagai sebuah organisasi bisnis dan Jehova’s Witness sebagai sebuah organisasi keagamaan. tapi berhubung saya melihat ada kecendurangan dalan Tianshi untuk menggunakan praktek2 indoktrinasi seperti sebuah “cult”, maka saya memutuskan untuk membahas similarity dalam praktek indoktrinasi Jehova’s Witness dan Tianshit
3. Saya akan menggunakan struktur yang terdapat dalam article tsb untuk mempermudah saudara2 dalam perbandingan.
—————————————————————————
At the Door and Into the Home

1. Yang dilakukan Jehova’s Witness (JW): Mereka datang ke rumah2 dgn alasan hanya ingin mengobrol dan bercakap2.Ingat, dalam phase ini mereka tidak pernah menyebutkan kalau tujuan mereka adalah mengajak kita bergabung dgn JW.
Kemudian mereka menanamkan rasa takut akan hari esok. Bahwa dunia mungkin akan berakhir besok, besok anda akan dipecat atau anda akan jatuh sakit. Dalam penanaman rasa takut tsb mereka memberikan selective information yang bertujuan untuk menegaskan klaim mereka bahwa dunia itu menakutkan.
Setelah itu mereka memberi iming-iming akan adanya dunia yang lebih baik, yaitu surga.
2. Persamaan dengan Tianshi:
Tidak pernah secara explicit mengajak orang untuk join Tianshi. Selalu dgn alasan lain, seperti main billiard, mengobrol, makan di restaurant dll. Setelah itu mereka menanamkan rasa “takut” dalam bentuk:
terpenjara dalam rutinitas kerja yang melelahkan, kondisi finansial yang stagnant, harus bekerja sampai tua, dll
Kemudia mereka jg memberikan solusi berupa…guess what?FINANCIAL PREEEEDDOMMM, BMW, VILLA MEWAH, YACHT, dan PESAWAT. Wow, Tianshi’s paradise.

At a Disadvantage
Sebenarnya begitu kita menerima undangan pihak Tianshi untuk bertemu, saat itulah kita terjebak. Masa seh kita mau marah dengan “teman” yang sudah “baik2” mengajak bertemu untuk mengobrol atau bermain billiard.
Kalaupun kita mengajak berdebat, biasanya pihak lawan sudah dipersiapkan sedemikian rupa.
Dalam kasus JW, mereka biasanya adalah orang2 yang sudah hafal isi Bible sedemikiran rupa.

Sedangkan dalam kasus Tianshi, biasanya mereka sudah mempunyai jawaban2 yang dipersiapkan sedemikian rupa dgn memberikan data2 tertentu (Yang tentunya sudah dibuktikan kebohongannya)

Ada kutipan yang bagus dari article tsb:
“The salesman’s credo: “If you can answer every objection, you’ll make the sale”.
BUT, If you can answer every objection, it does not mean that you are right (or that the product you are selling is better than the rest). It means that you are better at debates than the other person. Confidence tricksters ply their trade by convincing people that the seemingly impossible is in fact possible. (I am not equating Witnesses with criminals, by the way, but demonstrating the principle that “Cogency is not validity”. What seems too good to be true is usually not true.)”

The Intermediate Goal

JW: Dalam tahap ini, para JW mencoba mengundang kita untuk datang ke pertemuan rutin atau bible study mereka.
Tianshit:Mengajak kita ke sebuah seminar atau VS atau OPP atau whatever the shit.

Checklist (Coba dibandingkan)
Yang dilakukan JW waktu datang ke rumah:
* Enhancement of natural fears
* Evasiveness about actual purpose of visit (discussion versus conversion)
* Selective, unsupported statements about the state of the world
* An attractive promise of paradise
* Advantage taken of your politeness and relative lack of training
* Skill in overcoming or derailing objections
* Genuine belief in what they preach
* Implication that their way is the only way
* Misrepresentation and white-washing of sensitive doctrinal issues
* Citing bad experiences as reasons to join them
* Turning good experiences into reasons to join them
* Pessimism about humanity’s future (unless God intervenes)
* Criticism of government and clergy
* Arrangement of return visits and (eventually) a Bible study

Yang dilakukan Tianshi ketika akan memprospek:
Rasa takut akan kondisi ekonomi yang stagnant dan “penjara” finansial
* Menghindar menyebutkan nama T******
* Data-data yang selektif tentang kondisi finansial Tianshi
* Menawarkan FINANCIAL PREEEDOOMMM dan BMW tentunya
* Mengambil keuntungan dari rasa sungkan kita terhadap teman yang mengajak
* Percaya bahwa hanya Tianshit jalan menuju kekayaan dan BMW
* Menggunakan pengalaman buruk sbg alasan untuk join Tianshi (dulu rumah saya kebakaran, mau disita, ibu saya jatuh sakit trus sembuh dgn Tianshi)
* Mencoba mengajak untuk datang ke OPP atau Seminar

Source: http://members.aol.com/beyondjw/indoct.htm#APP2

The Neophyte

Penggunaan Literature
1. JW: Penggunaan literature rekayasa yang dibuat untuk mendukung ajaran JW. Dalam hal ini seperti New World Translation Bible yang berisi penafsiran yang mendukung pemikiran JW, atau buku yang hanya mengutip ayat2 tertentu untuk mendukung ajaran2 JW.
2. Tianshi: Menggunakan majalah2 terbitan sendiri yang bisa dibeli di stockist, walau terkadang menggunakan majalah yang dijual untuk umum jg. Menganjurkan anggotanya membaca buku2 Kiyosaki yang sudah mereka tafsirkan sedemikian rupa sehingga mendukung ide2 Tianshit.

Meninggalkan kehidupan yang lama dan memasuki kehidupan baru
1. JW: Mengajak untuk berpartisipasi lebih dalam sebagai observer dalam door-to-door preaching, mengatur pakaian kita harus bagaimana, dan yang paling utama, perubahan pola pikir. Kita sudah mulai terikat dgn ajaran2 JW dan menganggap orang lain yang kritis terhadap perubahan kita adalah utusan Setan.
Kita mulai mendikotomikan bahwa orang baik adalah JW dan orang jahat adalah non JW
2. Tianshi: mengajak ke seminar yang berskala lebih besar(seperti yang baru saja masuk seremonial kompas), bbrp orang berubah gaya berpakaiannya (memakai kemeja, celana panjang dan sepatu formal, serta memakai badge singa bersayap), dan juga perubahan pola pikir.
Orang pintar dan kaya: yang ikut Tianshi
orang bodoh: penjaga warnet, mahasiswa kere, dan dokter palsu (mnrt Clarita)

Setelah bergabung
1.JW: Setelah kita bergabung, kita akan disambut layaknya seorang yang berbulan madu. Semua orang tersenyum, memberi selamat, dielu-elukan. Setelah itu kita akan diberi motivasi dan semangat untuk “menjadi orang kristen yang lebih baik”. Satu hal yang menarik adalah bagaimana para JW mengindoktrinasi dan terindoktrinasi secara bersamaan.

“What is sociologically interesting about Jehovah’s Witnesses is that they derive psychological satisfaction from perceiving a coherent pattern in their beliefs regardless of possible inner inconsistencies, and that, even if they do notice inconsistencies, they can then abrogate personal responsibility for their own beliefs in the safe conviction that someone, somewhere in the Watchtower Society must be able to solve the problem.”

Mereka selalu percaya bahwa seseorang di JW mempunyai jawaban untuk pertanyaan yang mereka tidak bs jawab
2.Tianshi: begitu kita join, di OPP kita akan disuruh maju ke depan sambil diiringi tepuk tangan dan lagu2 beat ala Tianshi.
Kemudian kita akan diberi motivasi dan semangat untuk bekerja lebih keras demi mengejar impian kita (walau sebenarnya demi keuntungan Tiens).
Dan ini yang menarik jg, adalah kesamaan dgn para JW ketika para Tianshiters ditanya sesuatu yang mereka tidak bs jawab. Mereka selalu berargumen bahwa upline mereka yang diamond atau oom LT atau mr.Li punya jawabannya

“Keluarga Baru”
1. JW: Setelah bergabung dengan JW, kita merasa mempunyai keluarga baru karena begitu banyak waktu yang telah dihabiskan untuk JW. Pikiran kita jg telah terindoktrinasi dgn ajaran2 JW sehingga kita mulai meninggalkan teman atau keluarga yang tidak sealiran dgn kita.
2. Tianshi: Kurang lebih sama, walau tidak seekstrem itu. Sudah banyak kasus yang kehilangan teman karena menolak bisnis MLM.

—————————————————————————
Selebihanya mungkin bisa saudara2 baca sendiri. Memang masih ada similarity lain, tp saya hanya membahas yang saya anggap penting.
Sekali lg, ga bermaksud SARA ya…saya cuma melihat ada kesamaan proses Indoktrinasinya, terutama karena JW memang terkenal sebagai sebuah organisasi keagamaan yang agresif dalam mengindoktrinasi.

Untuk bagaimana cara berdebat dgn para Tianshi bs dibaca disini:
http://members.aol.com/beyondjw/dwjw.htm
Memang tidak secara spesifik membahas cara debat dgn Tianshi, tp bs dijadikan rules of thumb jg…

Ada yg tidak setuju atau ingin komentar? datang saja ke :

http://kaskus.us/showthread.php?t=865698

%d blogger menyukai ini: