Sekilas observasi dari www.tiens.co.jp

Kali ini kita membahas tianshi di negara maju, kali ini kita akan membahas MLM tianshi yang ada di Jepang. websitenya bisa di cek di sini.

berikut terjermahannya ke dalam bahasa indonesia:

1. Gambaran umum
Website dibuat dengan profesional, tampilan, tulisan, serta layout menggambarkan karya asli dari Jepang, kelihatan juga penulisan kanji dan katakana serta hiragana tidak ada masalah.
(Yang Indonesia bagaimana? Hehehe)

2. Top page (http://www.tiens.co.jp/company/01.html)
Menceritakan tentang ‘sejarah’ dan deskripsi dari TIENS itu sendiri, dimana disini yang dimaksud adalah Tianjin Tianshi Bio-development Co., Ltd.
Setelah saya mengamati selintas, tampak ada banyak ‘perbedaan’ dengan apa yang didengung2kan khalayak ‘tianshier’ Indonesia seperti:
a. Tidak ada penjelasan jika company sudah masuk Fortune500, yang ada ‘dikatakan’ kalau Tianjin… itu termasuk 500 perush dunia (yg namanya ‘dikatakan’, ya jelas tidak didukung dengan bukti sah)
b. Lebih ‘jujur’ dengan menyatakan punya 109 cabang di dunia. (Apa betul? mungkin bisa dicek, hehehe)
c. Untuk hal2 yang lain, seperti semua firm yg ada di dunia, penuh berisi ‘bunga2’ mission statement, vision, achievement (yang sayangnya tidak diberi bukti yang valid), but anyway, namanya juga bunga, terserah yg punya web mau diisi apa.

3. Japan company profile: http://www.tiens.co.jp/company/01_3.html
a. Maaf, nihonggo saya tidak bagus2 amat, cuma nama keluarga dari presdirnya adalah Komura-san.
b. Alamat: Tokyo, Shinjuku, ParkWest Building, 13floor (loh, kok milih floor yang gak hoki ya?)
c. Founded: January 2007 (baru aja)
d. Karir: Setelah keluar dari Kodak, kelihatan keluar-masuk MLM2 yang ada di Jepang juga.
(Maaf, karena keterbatasan waktu, tidak semua akan saya bahas, mungkin lain kali)

4. CSR: http://www.tiens.co.jp/company/05.html
Omosiroi! (menarik), Tiens Japan punya CSR.
Sebelum yg t***s Indonesia teriak2 bangga, saya tekankan bahwa saat ini sudah ‘wajib hukumnya’ di Jepang untuk memiliki CSR, semacam trend-lah, walaupun belum ada bukti valid mengenai hasil dari CSR yang diberikan.

5. Tiens China company profile: http://www.tiens.co.jp/company/03.html
Ada mr Li ya? Maaf saya tidak kenal.
Foto yang ditampilkan ‘masuk akal’ dibandingkan dengan klaim yang dapat doktor-lah, salaman di WTO-lah, dsb, dst.

6. Product: http://www.tiens.co.jp/products/01.html
Dibagi dua: Supplement dan kecantikan.
Yang menarik: Produknya beda bgt dengan yang di Indonesia!
Manatuh apa? cordiwhatever, calsiwhatever? Logically speaking, Japanese will, and shall buy ‘your kind’ of product should that products really help in term of intellectual and, more importantly, health and longevity.
So? Why don’t they just sell it here?
FYI: Tidak mudah utk lolos produk di Jepang, sekali aja ada masalah dengan customer, good bye tuh produk!

7. Recruitment as distributors: http://www.tiens.co.jp/opportunity/01.html
Jika dibaca secara umum, beda sekali dgn yg di Indo:
a. Tidak ada jaminan Financial Freedom
b. Focus for selling product, not building/manipulating network
c. Strict requirement for being a distributor (http://www.tiens.co.jp/faq/02.html), dengan syarat seperti: di atas 20TAHUN, TIDAK BOLEH MASIH MAHASISWA, TIDAK BOLEH PEGAWAI PEMERINTAH, dll, dst.
d. Distributor DIAKUI sebagai bagian dari TIENS Jepang (hmm, teringat contract agreement dari yg Indonesia)
d. Disebutkan kalau selain mendapatkan laba dari penjualan, akan mendapat macam2 benefit dari komisi dll. Tapi tidak ada pernyataan akan dapat: BMW, Yacht, Villa, dll. Kelihatan murni seperti bisnis2 yang lain.

Kesimpulan secara umum:
1. Dikelola cukup profesional (apparently from the website, but without further evidence)
2. Relatively young (Jan 2007?)
3. Besar kemungkinan yang akan menjadi distributor adalah ibu2 rumah tangga dilihat dari:
a. Produknya yang semua untuk wanita (kecuali ada maho yang pake)
b. Jarang/hampir tidak ada laki2 yang sudah bekerja, baik itu salaryman maupun part-timer, ataupun wanita karier yang punya cukup waktu untuk menjalankan bisnis ini. Berangkat pagi pulang malam, bayaran minimal fresh graduate sudah di atas 200000 yen. Join this kind of business? What for?
4. Belum punya kantor cabang di daerah/prefecture lain. Sudah setahun lebih loh, still no progress?
5. No financial report.

Sementara segini dulu, maaf agak panjang.
Buat MLMers sekalian, Jepang bukan tempat yang bagus bagi bisnis anda.
Orang Jepang logis, kebanyakan punya penghasilan tetap, berpendidikan tinggi, mata uangnya kuat/ekonominya kuat, dan yang terpenting: mereka sangat ‘cerewet’ sebagai konsumen.
Sekali ketahuan produknya ‘jelek’, tutup dah itu firm.

special thanks untuk momiji_manju untuk terjermahannya dan analisanya.

dari sini keliatan bedanya MLM di negara maju dimana distributor DIAKUI sebagai bagian dari perusahaan, sangat aneh jika di indonesia para militan-militan MLM justru tidak diakui sebagai bagian dari perusahaan. tanya kenapaa???

Ingin memberi tanggapan, sharing pengalaman maupun berdiskusi? Silahkan kunjungi :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=865698

%d blogger menyukai ini: